Mengenal Tradisi Peresean, Budaya Adu Cambuk dari Lombok

Selain keindahan alam, Lombok punya banyak tradisi yang menarik untuk diketahui. Salah satu yang sayang untuk dilewatkan adalah Peresean. Para zaman Kerajaan Mataram dulu, pemuda Suku Sasak yang ingin bergabung menjadi prajurit harus mengikuti Peresean.

Acara itu terdiri dari pepadu yang dilengkapi dengan tongkat rotan (penjalin) dan perisai dari kulit kerbau yang tebal dan keras (ende). Peresesan dilakukan untuk melatih ketangkasan, ketangguhan dan keberanian para pemuda.

Peresean juga diyakini oleh masyarakat setempat sebagai ritual meminta hujan saat musim kemarau panjang tiba. Kini, Peresean menjadi tradisi budaya yang diminati oleh wisatawan.  Dalam Peresean, pepadu akan diawasi oleh pakembar atau wasit. Dalam satu “pertandingan”, ada dua pakembar yang mengawasi, satu untuk di luar area dan lainnya di tengah area.

Pepadu tidak dipersiapkan sebelumnya dan peserta dipilih secara acak dari kerumunan masyarakat yang menyaksikan acara ini. Penonton juga boleh mengajukan diri sebagai pepadu. Pepadu akan berhadapan sambil mengayunkan penjalin ke arah lawan, seperti sedang mencambuk. Bagian tubuh yang boleh menjadi sasaran cambuk adalah kepala, pundak dan punggung, tapi bagian bawah kaki (paha) tidak diperbolehkan.

Pepadu lainnya boleh menangkis serangan menggunakan ende dan membalas serangan dengan cara yang sama. Aksi saling cambuk itu membuat suasana menjadi tegang bercampur seru. Ditambah lagi Peresean diiringi dengan musik pengiring yang terdiri dari gong, kendang, rincik, simbal, suling dan kanjar sehingga suasana menjadi meriah.

Pakembar akan menghentikan pertandingan ketika ada salah satu pepadu yang terluka atau berdarah. Jika selama pertandingan belum ada yang terluka, maka Peresean akan terus dilanjutkan hingga ronde kelima, tergantung kesepakatan awal. Kemudian, pakembar akan melihat siapa yang memiliki luka paling sedikit, maka dialah pemenangnya.

Meski telah melakukan pertarungan sengit, para pepadu harus saling memeluk dan memaafkan. Inilah nilai yang ingin ditunjukkan dalam Peresean, yaitu kesabaran dan kerendahan hari serta rasa saling menghormati satu sama lain.

Jika ingin mencoba Peresean, Sobat Pesona bisa datang ke daerah Sade dan Ende. Di sini, kita bisa mencoba bertarung a la pepadu dengan menggunakan penjalin dan ende, layaknya masyarakat Suku Sasak. Wah, Sobat Pesona berani coba?

Bikin Gemas, Intip Uniknya Kamar Hotel Bertema Keju

Kamar hotel tema keju besutan Cafe Rouge, , Inggris, resmi dibuka Rabu (29/1/2020) lalu. Kamar yang hanya bisa diinap selama satu malam saja ini memberi kesempatan kepada dua orang tamu beruntung untuk menginap secara gratis.

Kamar dengan nama Cheese Suite tersebut memiliki beberapa dekorasi tema keju. Melansir , kamar ini terletak di Camden, London dan hanya buka hingga Kamis (6/2/2020).

“Kami ingin memberikan sesuatu yang baru dan menyenangkan bagi masyarakat yang ingin benar-benar tenggelam dalam salah satu makanan kesukaan mereka di hotel bertemakan keju. Mereka juga dapat mencoba beberapa hidangan musim dingin kami dari kenyamanan sofa (di Cheese Suite),” tutur Kepala Pemasaran Cafe Rouge Jacqueline Fletcher seperti dikutip dari Metro UK.

Saat menginap di Cheese Suite, tamu tidak dikenakan biaya sama sekali. Namun tamu bisa melakukan donasi ke yayasan amal Prince’s Trust sebelum checkout jika mereka mau.

Prince’s Trust adalah sebuah badan amal di Britania Raya yang didirikan pada tahun 1976 oleh Pangeran Charles. Badan amal bekerja untuk membantu masyarakat usia 11–30 tahun yang kesulitan mencari kerja dan melanjutkan pendidikan.

Sebelum dapat menginap di Cheese Suite, peminat harus mendaftar terlebih dahulu dengan atau melalui jalur undian. Dari sabun keju hingga dekorasi keju Menilik isi kamar hotel tersebut, kamu dapat melihat bahwa mereka menyediakan batang sabun keju. Dengan bentuk khasnya yaitu segitiga berwarna kuning.

Selain itu, sprei yang digunakan di sana juga memiliki tema keju. Hampir seluruh dekorasi di Cheese Suite berwarna kuning. Apabila kamu ingin menyantap hidangan serba keju seperti makanan yang dibaluri keju cair dari Cafe Rouge, kamu bisa langsung menghubungi layanan
kamar yang disediakan khusus untuk Cheese Suite. Akomodasi yang disediakan dalam Cheese Suite. Dapur dapat digunakan untuk mencoba resep yang ada dalam buku masak yang tersedia dalam kamar tersebut. (caferouge.com)

Sembari menginap di sana, kamu juga dapat mendengarkan lagu-lagu norak (cheesy) yang sudah disediakan. Jika kamu ingin mempelajari beberapa resep yang dapat kamu langsung buat di akomodasi yang telah disediakan, kamu bisa memanfaatkan beberapa buku masak di dalam Cheese Suite.

Kamar tersebut juga menyediakan beberapa papan permainan menarik. Kamu tidak perlu khawatir akan merasa bosan karena permainan yang disediakan dapat digunakan tanpa biaya tambahan. Salah satu hal yang juga membuat kamar tema keju ini semakin instagrammable adalah dindingnya yang memiliki gambar dari berbagai macam jenis keju. Tidak hanya itu, mulai dari bantal hingga meja juga memiliki bentuk dan warna khas keju.

Beragam Pertunjukan Magis akan Hadir di Festival Dayak Meratus 2020

Kalimantan Selatan (Kalsel) akan kembali menjadi rumah bagi Festival Dayak Meratus 2020. Diselenggarakan di Desa Kapul, Halong, Balangan, Jumat (9/10/2020) hingga Minggu (11/10/2020), event ini akan menggelar seni budaya kabupaten/kota se-Kalsel. Adapun salah satunya magnet dari festival ini, yaitu Aruh Adat Baharin di Desa Tabuan, Balangan.

Aruh Adat Baharin adalah bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil panen. Ritual ini juga bentuk penghormatan pada arwah leluhur. Dalam keterangan tertulisnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ri menjelaskan, masyarakat Dayak percaya, arwah leluhur.

Sebagai medianya, mereka menyembelih beberapa ekor kerbau, kambing, hingga ayam. Dalam pelaksanaannya, beberapa tahapan yang dijalaninya. Festival ini juga akan menyajikan Tarian Dayak Kolosal. Secara umum, masyarakat Dayak di Balangan memiliki beragam jenis tarian dan beberapa diantaranya sakral.

Sebut saja Tari Gintur Dadas dan Tari Mandau yang diyakini bisa menghadirkan roh leluhur. Setelah pembacaan mantra oleh Balian, tarian ini lalu dibawakan dengan hentakan kaki. Sedangkan musik pengiringnya Babun dan Kanung. Beberapa atraksi magis khas suku Dayak juga sudah disiapkan Festival 2020.

Ada Atraksi Naik Pohon Manau Berduri, Mandi Api dan Duri, hingga Atraksi Sumpit. Selain festival budaya, acara ini juga akan menyelanggarakan berbagai lomba olahraga tradisional. Suku Dayak Meratus memang memiliki beberapa olahraga tradisional yang dilestarikan hingga sekarang. Akan naikkan wisatawan Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Balangan Rody Rahmadi Noor mengatakan, 2020 sangat kental dengan nuansa Dayak.

“Beragam tradisi dan budaya Dayak akan ditampilkan secara menarik melalui berbagai konten festival. Bagaimanapun, festival ini juga jadi bagian branding pariwisata,” ujarnya, Senin (10/2/2020).

Terkait dengan agenda acara, dia menyebut ada banyak keajaiban yang ditawarkan oleh Festival Dayak Meratus 2020. Menurutnya, beberapa memang kental dengan nuansa spiritual dan filosofi besar yang melingkupinya.

“Kami harap, itu semua jadi pengetahuan baru bagi wisatawan,” jelas Rody. Senada, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Rizki Handayani menyebut, festival ini kental dengan nuansa magis.

“Hal ini tentu menjadi daya tarik luar biasa. Selain event, beragam aksi spektakuler ini bisa dinikmati langsung pada banyak destinasi wisata Kalimantan Selatan khususnya Balangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rizki mengatakan, Festival Dayak Meratus 2020 akan menaikan arus kunjungan wisatawan dan terus memberikan dampak positif secara menyeluruh. Menurutnya, acara ini sangat potensial untuk terus menaikan jumlah kunjungan wisatawan.

Selain kontennya unik dan menarik, lanjutnya, festival ini dukung aksesibilitas dan amenitas yang bagus

Festival Pulau Penyengat 2020 Angkat Kebesaran Engku Putri Raja Hamidah

Festival Pulang ke-5 akan digelar di , Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (19/3/2020) hingga Sabtu (21/3/2020). Mengusung tema Warisan Kebesaran Engku Hamidah, Festival Pulang Penyengat 2020 akan merestorasi dan merefleksikan figur besar Engku Putri Raja Hamidah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang Surjadi mengatakan, hal tersebut sebagai apresiasi dari warisan Engku Putri Raja Hamidah. “Ada banyak pembelajaran di sana, khususnya tentang hidup dan sosial kemasyarakatan. Kami yakin wisatawan akan terinspirasi olehnya,” kata Suryadi, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2/2020).

Senada dengan Surjadi, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar mengatakan, sosok Engku Putri Raja penting bagi kehidupan Kerajaan RiauLingga-Johor-Pahang.

“Selain kekuatan politiknya, Engku Putri juga menginspirasi melalui beragam karya,” imbuh dia.

Untuk diketahui, Engku Putri Raja Hamidah berperan sebagai pemegang alat kebesaran ( ) Kerajaan Riau-Lingga-Johor-Pahang. Peran tersebut membuat Engku Putri Raja Hamidah berwenang memilih, mengangkat, dan melegitimasi sultan baru.

Ketika Inggris dan Belanda menginginkan regalia agar dapat melegitimasi sultan baru dan memuluskan skenario imperialisnya, Engku Putri Raja Hamidah teguh mempertahankan regalia dan menjaga kedaulatan kerajaan.

“Engku Putri Raja Hamidah sosok yang tegar, berhati baja, dan cerdas. kerajaan yang sakti dan sakral adalah sesuatu yang penting. Simbol kekuasaan,” kata Buralimar.

Dulu, Kerajaan Riau memiliki 40 regalia. Namun kini, hanya tersisa lima regalia yaitu Cogan, Keris Panjang, Sayap Sandaq, Tepak Sirih, dan Ketor. Pulau Penyengat sendiri menjadi istimewa karena merupakan hadiah perkawinan Engku Putri Raja Hamidah dengan Sultan Mahmud Syah III, pada 1803. Putri dari Yang Dipertuan Muda Riau IV Raja Haji Fisabilillah tersebut kemudian menetap di Pulau Penyengat hingga akhir hayat, tepatnya tahun 1844.

Secara umum, Festival Pulau Penyengat 2020 menyajikan 5 konten utama bergenre budaya, antara lain lomba baca gurindam, napak tilas, jong, pentas seni, dan pameran. Refleksi Engku Putri Raja Hamidah akan disajikan secara utuh melalui prosesi arak-arakkan sendratari, dalam Opening Ceremony di Balai Adat, Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kamis (19/3/2020).

Pada hari yang sama, akan digelar juga Pameran Warisan Kebesaran Engku Putri Raja Hamidah, di Balairung Balai Adat. Pameran tersebut akan menampilkan regalia Cogan, pakaian, caping emas, naskah kuno, nobat, koleksi Tokoh Penyengat, koleksi Balai Maklumat Penyengat, dan koleksi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batu Sangkar.

Kemudian Jumat (20/3/2020), akan digelar napak tilas untuk menggambarkan figur Engku Putri Raja Hamidah lebih detail yang diikuti siswa SLTA, mahasiswa, dan umum. Festival Pulau Penyengat 2020 juga akan diisi dengan fashion show dari Sanggar Lembayung dan parade seni dari Sanggar Kledang.

Menariknya, peserta asing dari Sanggar Sriwana Singapura juga akan turut serta pada prosesi Closing Ceremony di Balai Adat, Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelengggara Kegiatan (Event) Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Rizki Handayani pun menyarankan Festival Pulau Penyengat 2020 sebagai destinasi liburan terbaik. “Puzzle sejarah ditata ulang dan dihidupkan lagi melalui konten tematik. Semuanya akan lestari dan publik tetap bisa menikmatinya. Selain atraksi, aksesibilitas dan amenitas di sana pun sangat bagus,” kata Rizki

Wisata Edukatif di Jakarta, Mengunjungi Perpustakaan dengan Fasilitas Modern

Jalan-jalan ke Menteng , belum lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke daerah yang berada di taman di Jl. Cikini Raya, Kec. Menteng, Jakarta Pusat ini. Dibangun dengan desain minimalis dan tampak abstrak ini dibangun pada tahun 2015. Buka setiap hari pada pukul 09.00 – 17.00 WIB. Tempat yang menyediakan ribuan buku ini terdiri dari empat lantai dengan berbagai fasilitas. Untuk mengunjungi perpustakaan ini kamu tidak perlu membayar sepeserpun.

Di lantai dasar atau satu, kamu disuguhkan galeri pameran gambar yang dibuat oleh anak-anak, buku Braille, dan mengenal tokoh-tokoh bersejarah seniman, foto kegiatan para seniman di masa lalu, karya puisi, dan buku seniman dahulu. Selain itu di lantai dasar, kamu juga diwajibkan registrasi dan mengambil kunci loker untuk menuju lantai atas.

Naik ke lantai dua, terdapat area pepustakaan untuk remaja dan dewasa. Selain buku-buku yang lengkap di sini juga tersedia fasilitas komputer dan layanan internet, dan terdapat layanan baca e-book yang bisa dibaca di tablet yang disediakan oleh pengelola perpustakaan.

Setelah puas menikmati bacaan dan fasilitas di lantai dua yang khusus bacaan untuk remaja dan dewasa, kini di lantai dua terdapat beraneka macam buku. Selain terdapat buku bacaan anak, di sini juga terdapat fasilitas peralatan mainan anak, seperti puzzel. Di sudut berikutnya ada ruangan khusus ibu dan anak, di sini para ibu bisa menceritakan buku dongeng kepada anak.

Menuju lantai empat, bagi kamu pelajar atau mahasiswa, tempat ini mungkin cocok bagi kamu yang ingin mencari buku refrensi, seperti jurnal, kamus, dan ensiklopedia. Untuk menjadi anggota di ini kamu hanya menyerahkan fotocopy KTP dan foto berukuran 2 x 3, setelah itu kamu akan terdaftar sebagai anggota dalam kurun waktu satu tahun.

“Dalam rencana ke depan, perpustakaan ini akan menambah fasilitas yang belum ada di sini, yaitu dengan membangun ruangan studio musik, ini baru rencana sih,” kata Dewi Iriani, pegawai pepustakaan, saat di temui Kompas.com.Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan minat baca warga Indonesia khususnya DKI dan anak-anak akan semakin bertambah dan menjadikan membaca sebagai budaya.

Situ Patenggang, Danau Indah di Ciwidey yang Instagramable

Di Ciwidey, Bandung Barat, Jawa Barat terdapat danau indah yang dikenal dengan nama Situ Patenggang. Di sini ada restoran hingga tempat kamping.
Situ Patenggang merupakan danau di ketinggian 1.600 mdpl dengan dikelilingi Kebun Teh Rancabali. Danau ini memiliki luas sekitar 45.000 hektar di dalam cagar alam dengan nama yang sama, Cagar Alam Situ Patenggang, dengan luas 123.077 hektar.

Situ Patenggang dengan air yang jernih dikelilingi pepohonan hijau yang asri bersatu dengan jernihnya air dan birunya langit. Keindahan Situ Patenggang itu telah menarik perhatian publik sejak tahun 1981 dan dikelola oleh Perhutani.

Ada apa di Situ Patenggang? Para pengunjung bisa menikmati spot-spot yang fotogenik seperti Pinisi Resto hingga jembatan gantung yang jadi ikon Situ Patenggang.

Restoran ini berlokasi di kawasan Situ Patengan, Rancabali, Ciwidey, Bandung. Restoran unik ini berada di perbukitan hijau dengan pemandangan indah dan sejuk. Bentuk bangunannya seperti sebuah phinisi, kapal kayu besar yang menghadap langsung ke danau. Di sini pengunjung bisa menyantap aneka menu khas Sunda. Kamu juga bisa berfoto di sudut restorannya yang berbentuk kapan phinisi.

Jembatan gantung yang ada di Situ Patenggang ini merupakan akses jalan yang dapat digunakan oleh wisatawan masuk ke dalam kapal pinisi. Sebelumnya, akses jalan masuk ke kapal pinisi harus berputar dan dengan adanya jembatan gantung ini para pengunjung menjadi lebih cepat untuk masuk ke dalam ruangan kapal.

Situ Patenggang.Situ Patenggang. Foto: Wisma Putra/detikcom
Situ Patenggang juga terkenal dengan Glamping Lakeside Rancabali. Ini adalah sebuah resort yang berada di alam terbuka. Konsep glamping di sini bisa dibilang mewah. Terlihat berjejer tenda-tenda eksklusif yang menghadap ke Situ Patenggang. Fasilitasnya lengkap dengan dua tempat tidur, peralatan mandi hingga TV.

Satu tenda glamping ini berkapasitas 4 orang dengan tarif sekitar Rp 2 juta-an. Tiket masuk Situ Patenggang untuk wisatawan lokal dengan harga Rp 18.000 per orang (weekday) dan Rp 20.000 per orang (weekend).

Wisata ke Bogor, Yuk Kenalan dengan Tanaman Cokelat

Bogor tak cuma punya wisata Puncak yang selalu ramai
saat weekend. Kamu juga bisa main ke kebun cokelat untuk wisata
sambil belajar. Pada Sabtu (8/2/2020) detikcom bersama komunitas Koko Jali dan Dapoer Kaoem berkesempatan melancong ke Bogor untuk
melihat dan belajar mengenai tanaman cokelat. Tanaman yang jadi
bahan utama makanan favorit dunia itu.

Rombongan dibawa ke kebun yang terletak di Jalan Aria Surialaga,
Pasirkuda, Bogor Barat. Kebun itu merupakan kebun percontohan
Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga menjadi objek kajian dari
Dapoer Kaoem. Dapoer Kaoem merupakan salah satu program dari Lembaga Kaoem Telapak, sebuah NGO yang bergerak di isu lingkungan
seperti tanaman kopi, teh, cokelat dan rempah-rempah. Di kebun itu, detikTravel dan peserta tur lainnya diperkenalkan pada pohon kakao yang menjadi cikal bakal cokelat yang selama ini kita konsumsi. Cokelat merupakan tanaman ‘impor’.

Tanaman bernama latin Theobroma cacao ini bukanlah flora
endemik Indonesia, tetapi berasal dari kawasan Amerika Selatan.
Kakao pertama kali dikonsumsi suku Maya di Meksiko dan bisa
sampai ke Indonesia setelah diangkut bangsa Portugis.
Buah-buah kakao di kebun itu menggantung pada dahan-dahan
pohon. Bentuknya lonjong dengan panjang sekitar 20 centimeter
dan punya ruas-ruas vertikal di kulitnya.

Buah kakao berwarna hijau saat masih mentah sedangkan buah
yang berwarna kuning atau merah tandanya sudah matang. Cara
memetik kakao matang ini tak sembarangan. Jangan ditarik, tetapi
gunakan gunting untuk melepaskan buah dari tangkainya.

Ketika buah ini dibelah, terlihat biji-biji kakao yang diselimuti lapisan
putih yang disebut pulp. detikTravel berkesempatan untuk mencicipi pulp tersebut. Rasanya merupakan percampuran antara manis dan asam, mirip buah manggis. Nah, biji kakao yang sudah dilepaskan pulpnya itulah yang nanti akan dijemur untuk kemudian diolah menjadi cokelat yang kita
konsumsi sehari-hari.

Dalam membudidayakan kakao ini dibutuhkan ketekunan, karena
tanaman ini mudah terserang virus. Hal ini diungkapkan pemandu
tur sekaligus pengelola Dapoer Kaoem, Adri atau yang lebih akrab
disapa Ambon.

“Kakao kita (di Indonesia) banyak kena virus yang menyerang buah
sehingga tidak bisa berkembang dan langsung menghitam. Kedua,
menyerang pucuk sehingga tidak ada regenerasi,” terang Ambon.
Guide bernama Ambon dan para peserta (Putu Intan/detikcom)
Selain itu, untuk bisa bernilai jual tinggi sampai menjadi cokelat
dibutuhkan proses yang panjang. Biji kakao harus dijemur,
dipanggang (roasting), kemudian diolah menggunakan wet grinder
sampai menjadi pasta cokelat.

Hal inilah yang membuat petani cokelat lebih tertarik menanam
komoditas lain. Padahal kakao ini punya potensi besar untuk
berkembang. Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
pada 2019 lalu, Indonesia merupakan negara pengolah produk
kakao olahan terbesar ke-3 dunia, setelah Belanda dan Pantai
Gading.

Wah, Ada Kafe Instagramable di Tengah Danau

Kawasan wisata Taipa Beach di Palu, Sulawesi Tengah kini memiliki satu spot yang sangat asri dan sejuk. Ada danau kecil nan cantik, namanya Lake Cafe. Danaunya tergolong sangat kecil, tidak seperti danau-danau pada umumnya. Luasnya hanya sekitar 2.500 meter persegi.  Datang ke Palu, Sulawesi Tengah jangan lupa berwisata di Taipa Beach, Kecamatan Palu Utara. Jarak tempuhnya 18,4 km dari arah Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

Pepohonan yang besar dengan memiliki dedaunan berwarna hijau muda yang sangat rimbun, terlihat sangat asri dan sejuk serta memanjakan mata sejauh memandang. Cafe yang terbuat dari bahan kontainer diletakan di tengah danau, untuk sampai ke sana, para pengunjung akan berjalan kaki di jembatan penyeberangan yang dibuat berbahan kayu dengan warna yang sangat alami.

Deburan ombak yang lembur, tiupan angin yang sejuk sudah menyelimuti tubuh karena jarak danau dan pantai hanya sekitar 5 meter. Spot wisata terbaru di Palu ini wajib untuk dikunjungi ini dan sangat cocok untuk mengisi akhir pekan bersama keluarga.

Salah satu praktisi bisnis di Palu, yang juga owner Taipa Beach Hadianto Rasyid mengatakan bahwa lokasi wisata miliknya sangat rusak parah setelah dihantam tsunami pada 28 september 2018. Sejumlah spot lainnya seperti pantai, cottage dan fasilitas lainnya rusak dan tidak pantas terlihat untuk dijadikan spot wisata. “Setelah tsunami, pantai rusak, fasilitas lainnya juga rusak bahkan pengunjung tidak ada karena trauma. Sementara, saya menginginkan bahwa Palu itu indah dan menarik untuk dikunjungi. Jadi, tidak perlu lagi harus keluar kota untuk liburan. Sehingga saya mulai membangun kembali secara perlahan dan merancang sebuah konsep spot baru yang tidak ada samanya di Palu, yaitu Kafe Danau,”ucap Hadianto kepada detikcom pada Minggu (9/2/2020) sekitar pukul 10.30 WITA.

Ribuan bunga teratai yang menutupi danau memantulkan warna sangat menakjubkan. Perpaduan warna merah, kuning dan putih serta pada 6.000 ekor ikan koi yang sengaja dilepas, juga membuat para pengunjung akan betah menikmati hidangan kafe di atas danau itu.